Pengertian, Macam, Penggunaan, dan Contoh Helping Verbs


Helping verbs juga biasa disebut dengan "auxiliary verbs".

Helping verb merupakan kata kerja yang digunakan sebelum main verb (kata kerja utama) di dalam suatu kalimat untuk memodifikasi makna dari kata kerja utama (main verb) tersebut. Helping verbs ini terbagi menjadi dua kelompok dasar, yaitu:

Baca juga tentang Verb and Main Verb


1. Primary helping verbs (3 verbs)

Ada verbs be, do, dan have. Perhatikan bahwa kita bisa menggunakan tiga verb ini sebagai helping verbs atau sebagai main verbs. Dalam pembahasan kali ini kita akan menggunakan verbs itu sebagai helping verbs. Kita bisa ambil contoh:

be (am, is, are, was, were, be, being, been)
  • untuk membuat continuous tenses (He is playing basketball.)
  • untuk membuat kalimat passive (Small fish are eaten by big fish.)
have (have, has, had)
  • untuk membuat perfect tenses (I have finished my homework.)
do (do, does, did)
  • untuk membuat kalimat negatives (I do not like you.)
  • untuk menanyakan sesuatu (Do you want some coffee?)
  • untuk menunjukkan rasa simpati (I do want you to pass your exam.)
  • sebagai pendiri untuk sebuah main verb dalam beberapa susunan (He speaks faster than she does.)
Baca juga tentang 16 Tenses and Passive Voice


2. Modal helping verbs (10 verbs)

Kita menggunakan modal helping verbs untuk "memodifikasi" arti dari main verb dalam beberapa cara. Modal helping verb mengekspresikan kebutuhan atau kemungkinan, dan merubah arti dari main verb (kata kerja utama).  Berikut ini adalah yang termasuk modal verbs:
  • can, could
  • may, might
  • will, would,
  • shall, should
  • must
  • ought to
Berikut ini beberapa contoh penggunaan modal verbs:
  • I can't speak Chinese.
  • John may arrive late.
  • Would you like a cup of coffee?
  • You should see a doctor.
  • I really must go now.
Baca juga tentang Modal Auxiliary

Semi-modal verbs (3 verbs)

Kata kerja berikut ini sering disebut "semi-modals" karena mereka sebagian seperti modal helping verbs dan sebagian seperti main verbs:
  • need
  • dare 
  • used to
Oke sobat, sekian dulu pembahasan kita pada kesempatan kali ini. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk sobat semua dan jangan lupa berkunjung kembali di Bahasa Inggris Bermanfaat dan nantikan artikel-artikel bermanfaat lainnya.

Wow!!! Ini Dia Penjelasan Terlengkap Tentang Main Verb!


Main verbs memiliki makna tersendiri (tidak seperti halnya helping verb ). Main verbs ini berjumlah ribuan. Jadi, sobat bisa mengklasifikasikannya dalam beberapa cara:


Transitive and Intransitive Verbs

Transitive Verb merupakan kata kerja yang diikuti direct object (objek langsung) untuk menerima aksi dari subject sedangkan Intransitive Verb merupakan kata kerja yang tidak diikuti oleh direct object sebagai penerima aksi (contoh: arrive, go, cry) karena memang aksi yang dilakukan tidak melibatkan direct object.

Contoh: 

transitive:
  • I saw a mouse (saya melihat seekor tikus)
  • We are playing football (kami sedang bermain bola kaki)
intransitive:
  • He has arrived (dia telah tiba)
  • She speaks fast (dia berbicara cepat)

Linking Verbs

Linking verb adalah kata kerja yang menghubungkan subject dengan gambaran atau deskripsi tentang subject tersebut. Beda halnya dengan main verb yang dapat menunjukkan tindakan/aksi, linking verb ini selalu bersifat intransitive karena tidak ada obyek langsung yang menerima tindakan/aksi. Dengan kata lain, linking verb ini hanya berfungsi sebagai penghubung saja. Biasanya, Linking Verb ini menunjukkan kesetaraan (=) atau perubahan ke keadaan atau tempat yang berbeda (→). Linking Verb ini selalu intransitif (tapi tidak semua Intransive Verb adalah Linking Verb).
Contoh:
  • Zulfa is a teacher. (zulfa = teacher)
  • Zizi is beautiful. (zizi = beautiful)
  • That sounds interesting. (that = interesting)
  • The sky became dark. (the sky → dark)
  • The bread has gone bad. (bread → bad)
Read more about the Linking Verb


Dynamic and Stative Verbs

Dynamic Verb atau dikenal dengan sebutan Action Verb adalah kata kerja yang dimana masih dalam progress atau kejadian yang sedang berlangsung yang sedang dilakukan oleh pelaku atau subjek sedangkan Stative Verb adalah kata kerja yang dihasilkan berdasarkan perasaan, kondisi , emosi, mental yang tidak atau cenderung berubah.panca indera, wujud , ukuran dan kepemilikan atau bisa dikatakan sebagai kata kerja abstrak.

Contoh dynamic verbs:
  • hit, explode, fight, run, go
Contoh stative verbs:
  • be
  • like, love, prefer, wish
  • impress, please, surprise
  • hear, see, sound
  • belong to, consist of, contain, include, need
  • appear, resemble, seem

Regular and Irregular Verbs

Regular Verb merupakan kata kerja yang berubah secara teratur karena tenses kalimatnya berubah. Biasanya sebuah kata kerja yang teratur diberi tambahan [ed] sedangkan Irregular Verb merupakan kata kerja yang berubah karena tensesnya dalam bentuk yang tidak teratur, sehingga tidak dapat diketahui Verb II dan III nya kecuali melihat pada kamus. misal : go > went > gone.

regular verbs: base, past tense, past participle
  • look, looked, looked
  • work, worked, worked
irregular verbs: base, past tense, past participle
  • buy, bought, bought
  • cut, cut, cut
  • do, did, done
Read more about the Verb

Oke sobat, sekian dulu pembahasan kita pada kesempatan kali ini. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk sobat semua dan jangan lupa berkunjung kembali di Bahasa Inggris Bermanfaat dan nantikan artikel-artikel bermanfaat lainnya.

Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contoh Linking Verb

Pengertian dan Fungsi Linking Verb

Linking verb adalah kata kerja yang menghubungkan subject dengan gambaran atau deskripsi tentang subject tersebut. Beda halnya dengan main verb yang dapat menunjukkan tindakan/aksi, linking verb ini selalu bersifat intransitive karena tidak ada obyek langsung yang menerima tindakan/aksi. Dengan kata lain, linking verb ini hanya berfungsi sebagai penghubung saja.


Jenis-Jenis Linking Verb

Linking verbs dibagi menjadi 2 yaitu verb of sensation dan verb of being.

Verb of Sensation biasanya berhubungan dengan lima indra yaitu feel (merasakan), look (melihat), smell (mencium), sound (suara), dan taste (pengecap/merasakan).
Contoh :
  • The fabric feel soft (Kain itu terasa lembut).
  • The smell of this food is good (bau dari makanan ini sangat enak)
  • Taste this juice please (rasakan jus ini)

Verb of Being (act, appear, be [is, am, are, was, were, will be, was being, has been], become, continue, grow, prove, remain, seem, dan turn).
Contoh :
  • She appears very happy today (dia kelihatan sangat bahagia hari ini)
  • I am reading a book in the library ( saya membaca buku di perpustakaan)
  • he is singing a song with them (dia menyanyikan sebuah lagu dengan mereka)
Oke sobat, sekian dulu pembahasan kita pada kesempatan kali ini. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk sobat semua dan jangan lupa berkunjung kembali di Bahasa Inggris Bermanfaat dan nantikan artikel-artikel bermanfaat lainnya.

Pengertian dan Contoh Finite & Non-finite Verbs

Image result for Finite and Nonfinite Verbs


Pengertian  Finite & Non-finite Verbs

Finite Verb adalah kata kerja utama dalam kalimat Bahasa Inggris. Jenis kata kerja ini adalah yang sama sekali tidak ditemani oleh auxiliary ataupun diubah bentuknya menjadi present participle (verb-ing). Hal terpenting mengenai jenis kata kerja ini adalah hanya digunakan pada bentuk present tense serta past tense yang notabene sama sekali tidak melibatkan auxiliary verb.

Non-Finite Verb sebetulnya adalah kebalikan dari Finite Verb. Bila Finite Verb adalah kata kerja utama dalam bahasa Inggris dan tak dapat diubah dengan menggunakan auxiliary verb, maka Non-Finite bisa diubah menjadi kata kerja yang berbentuk sebagai participle, gerund, infinitive, kata sifat, dan kata keterangan.



Penjelasan Beserta Contoh Finite & Non-finite Verbs

Dalam kata kerja bahasa inggris perlu dijelaskan kedua istilah di atas. Untuk mendapatkan kejelasan tersebut, kita perhatikan kata kerja write dengan bentuk-bentuk konjugasinya yaitu, write, writes, wrote, writing dan written.
Perhatikan kalimat-kalimat berikut.
- I write two letters every day.
- He writes two letters every day.
- She writes two letters every day.
- We write two letters every day.
- They write two letters every day.
- I/He wrote two letters every day.
- *I/He/You writing two letters.
- *I/He/They/We written two letters.

Tanda *(asterisk) dalam artikel ini dipakai untuk menunjukkan bahwa bagian kalimat tersebut tidak gramatik. Dalam contoh-contoh diatas write, writes, dan wrote disebut finite verbs, yaitu kata kerja yang :

1. Bentuknya sesuai/ber-concord dengan subjeknya. Dalam contoh diatas kita melihat persesuaian antara I/we/they dengan write dan he/she dengan writes.
2. Berfungsi sebagai predicator dalam klausa atau kalimat.
3. Mempunyai posisi setelah subjek dalam kalimat pernyataan (termasuk dalam kalimat menyangkal).

Bentuk writing dan written dalam contoh diatas disebut non-finite verbs, dan kedua kalimat diatas tidak gramatik karena tidak mempunyai finite verbs. Kedua kalimat tersebut bisa menjadi gramatik bila kita memasukkan kata kerja finite, seperti :

- I am writing two letters.
- He is writing two letters.
- You are writing two letters
- I have written two letters.
- He has written two letters.

Dalam contoh diatas am, is, are, have dan has adalah finite verbs, karena sesuai dengan subjeknya I, he, she, you, we, they, sedangkan writing dan written adalah non-finite.

Selanjutnya perhatikanlah contoh-contoh berikut.
(a) I write letters.
(b) I am writing a letters.
(c) We have been writing letters.
(d) They should have been writing letters.

Dalam kalimat (a) kata write dalam satu kata disebut verb, sedangkan dalam contoh-contoh lainnya am writing, have been writing, should have been, karena terdiri dari lebih satu kata kerja maka disebut phrasal verb (frasa kata kerja). Dalam kalimat-kalimat di atas  hanya write, am, have, dan should yang disebut finite verb, sedangkan writing adalah non-finite verb. Bentuk ini tidak berubah untuk subjek we maupun they. Dalam kalimat (c) have adalah finite verb, sebab ditempatkan setelah subjek, sedangkan pada kalimat (d) have buka finite verb sebab ditempatkan setelah kata bantu should; jadi should lah sebagai finite verb sebab ditempatkan setelah subjek they.

Demikian pula written dalam contoh-contoh berikut ini adalah non-finite.
- I have written letters.
- She has written letters.
- They will have written letters.
- We should have written letters.

Untuk segala subjek I, she, they, dan we bentuk written tetap tidak berubah. Itulah non-finite!

Dari contoh-contoh diatas kesimpulan kita adalah bahwa dalam sebuah klausa bentuk kata kerja pertama selalu finite dan kalau hanya ada satu bentuk kata kerja, maka bentuk itu adalah finite verb, yaitu :

Showing distinction of grammatical person and number in a verb or verb form.
(kata kerja atau bentuk kata kerja yang memperlihatkan perbedaan gramatik dalam pesona dan jumlah). (Webster's New Collegiate Dictionary, 1981 : 427).

Mudahnya, selain finite verb adalah non-finite verb yaitu :
Infinitive seperti to write dalam :
I am to write letters.
She wants to write letters.

Gerund seperti writing dalam :
Writing english is not easy.
His hobby is writing novels.

Present Participle seperti writing dalam :
I am writing letters.
I have been writing letters.

Past Participle seperti written dalam :
I have written two letters.
The letters have been written.

Oke sobat, sekian dulu pembahasan kita pada kesempatan kali ini. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk sobat semua dan jangan lupa berkunjung kembali di Bahasa Inggris Bermanfaat dan nantikan artikel-artikel bermanfaat lainnya.


Pengertian, Jenis, Fungsi, Bentuk-bentuk dan Contoh Verb

Image result for pengertian verb

A. Pengertian

Verb (kata kerja) merupakan salah satu Part of Speech, yang menunjukkan tindakan (write, hit, read) atau kejadian (happen, become) atau keadaan (<to>be, exist), dan sikap (agree, disagree, blame).

Ex :

1
Belajar
Study
2
Membaca
Read
3
Menulis
Write
4
Menyanyi
Sing
5
Menari
Dance
6
Makan
Eat
7
Minum
Drink
8
Berenang
Swim
9
Berlari
Run
10
Melompat
Jump
11
Berbicara
Speak
12
Bertanya
Ask
13
Menjawab
Answer
14
Bekerja
Work
15
Mencuci
Wash
16
Memasak
Cook
17
Mengambil
Take
18
Meletakkan
Put
19
Membuka
Open
20
Menutup
Close
21
Menunggu
Wait
22
Datang
Come
23
Pergi
Go
24
Cinta
Love
25
Benci
Hate
26
Suka
Like
27
Tinggal
Live/stay
28
Mengejek
Snear
29
Memukul
Hit
30
Meminjam
borrw
31
Tidur
Sleep
32
Mimpi
Dream
33
Bangun
Get up
34
Mandi
Bathe
35
Duduk
Sit
36
Berdiri
Stand
37
Memotong
Cut
38
Tertawa
Laugh
39
Menangis
Cry
40
Memanjat
Climb
41
Melihat
See
42
Mencari
Look for
43
Mencium
Kiss
44
Menolong
Help
45
Menyapu
Sweep
46
Membersihkan
Clean
47
Membeli
Buy
48
Menjual
Sell
49
Mengajar
Teach
50
Menonton
Watch
51
Memberi
Give
52
Menerima
Receive
53
Membawa
Bring
54
Mengunjungi
Visit
55
Berjalan
Walk
56
Mengerti
Understand
57
Berjanji
Promise
58
Berbisik
Whisper
59
Mengendarai
Drive
60
Memasak
Wear


B. Jenis dan Fungsi

1. Transitive Verb 
     Merupakan kata kerja yang membutuhkan objek kalimat. Jika kalimat verbal menggunakan transitive verb maka harus ada objek kalimat agar bisa dikatakan sebuah kalimat yang sempurna.
Ex :
- He opened the door every morning.
- I always drink a glass of water before going to sleep.
- Ichsan Kicked the ball in to the goal.

2. Intransitive Verb
     Merupakan kata kerja yang tidak membutuhkan objek kalimat.
Ex :
- My sister is sleeping soundly.
- The car can run over 150 mil per hour.
- Rahman screamed since his friend appeared in front of him.

3. Linking Verb
     Merupakan kata kerja yang berfungsi menghubungkan antara subject dengan complement (pelengkap). Kata yang dihubungkan dengan subject itu dinamakan subject complement. Yang termasuk linking verb adalah appear, be (am, is, are, was, were, etc.), become, feel, look, taste, stay, remain, seem, smell.
Ex :
- You are the most beautiful girl in this world.
- The food tasted delicious.
- I don't feel confident to deliver a speech.

4. Auxiliary Verb (kata kerja bantu)
     Merupakan kata kerja yang bertugas untuk membantu kata kerja utama dalam sebuah kalimat tersebut. Yang termasuk auxiliary verb adalah Am, is, are, was, were, do, does, did, has, have, had, can, could, may, might, will, would, shall, should, must, ought to, had better.
Ex :
- You should not swim in the river.
- I must go right now.
- You may take all your money on the bank every time via ATM.

5. Regular Verb
     Merupakan kata kerja yang berubah secara teratur karena tenses kalimatnya berubah. Biasanya sebuah kata kerja yang teratur diberi tambahan [ed].
Ex :
- Ichsan published an article on this page.
- I looked for an assistant for this job.
- Hafiz walked on the boulevard in the morning yesterday.

6. Irregular Verb
     Merupakan kata kerja yang berubah karena tensesnya dalam bentuk yang tidak teratur, sehingga tidak dapat diketahui Verb II dan III nya kecuali melihat pada kamus. misal : go > wentgone.
Ex :
- He had gone before I came.
- Mr. Ichsan sang a song on the roof of my home.
- My teacher wrote the lesson on the whiteboard.

C. Bentuk-bentuk

Kata kerja terbagi atas 3 bentuk, yaitu :
1. Bentuk 1 (V1)  >>  Infinitive (dasar/asli)
2. Bentuk 2 (V2)  >>  Past tense
3. Bentuk 3 (V3)  >>  Past participle 

Ex :

V1
V2
V3
Study
Studied
Studied
Borrow
Borrowed
Borrowed
Go
Went
Gone
See
Saw
Seen
Read
Read
Read

Contoh dalam kalimat :
1. She goes to school everyday
2. They are sweeping the room
3. We have helped him
4. We saw a good film last night
5. Ichsan had been singing when rohmah came

Contoh-contoh diatas memiliki tensesnya masing-masing. Jadi, jika ingin mempelajarinya lebih dalam klik 16 Tenses

Oke sobat, sekian dulu pembahasan kita pada kesempatan kali ini. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk sobat semua dan jangan lupa berkunjung kembali di Bahasa Inggris Bermanfaat dan nantikan artikel-artikel bermanfaat lainnya.